Kamis, 24 Mei 2012

PINDAH ALAMAT BLOG KE: http://ignatiussetadewa.blogspot.com/

Karena blog ini dah penuh, ceritaku kulanjutkan di blog-ku yang baru ... Silahkan klik http://ignatiussetadewa.blogspot.com/ untuk mengikuti ceritaku selanjutnya hehehe ... Ngomong-ngomong, kenapa aku musti pindah blog? Karena blog-ku yang ini sudah penuh ... Maksudnya? Aku gak bisa lagi upload gambar saat aku menuliskan cerita dan pengalamanku ... Jadinya, daripada bosen hanya melihat tulisan saja, aku lebih memilih membuat blog baru dimana aku masih bisa meng-upload gambar-gambarku hehehe .... Met membaca blog-ku yang baru ya ....

NEW YORK: GROUND ZERO'S SOUVENIR SHOP

Persis di kompleks Ground Zero ada toko souvenir yang menawarkan aneka produk yang berhubungan dengan peristiwa 9 Sepetember 2001. Kami bertiga sempat masuk ke toko ini sebentar bukan karena ingin melihat-lihat apa yang mereka tawarkan, melainkan karena kami ingin berteduh sebentar dari hujan deras. Ya ... Sepanjang kunjungan kami di Ground Zero, hujan terus-menerus turun dan menyebabkan kaki kami lumayan basah. Karenanya, kami pun masuk ke store ini. Nampak pengunjung asyik melihat-lihat aneka produk yang dipajang. Mulai dari jaket, t-shirt, topi, mug, magnet kulkas, tas, kartu pos, alat tulis, CD, buku dan aneka jenis souvenir lainnya nampak dipajang berdampingan dengan berbagai foto dan tulisan di dinding yang jelas berhubungan dengan peristiwa kelabu tersebut. Kami hanya melihat-lihat sebentar saja dan kemudian mama memintaku mengisi donation box (kotak amal) yang tersedia di dekat pintu masuk. Kami kemudian keluar dari store ini dan bersiap melanjutkan kunjungan ke tempat wisata berikutnya. Ya ... Setelah berkunjung ke Ground Zero, kami berencana melihat Patung Liberty yang ada di Ellis island. Untuk bisa menuju Ellis island, kamu musti kembali ke bus stop yang berada di dekat Staple, tempat kami tadi turun. Namun sebelumnya kami berencana untuk mengisi perut terlebih dahulu karena perut sudah mulai keroncongan. Jam menunjuk angka 1 siang dan ini menjadi tanda bahwa kami musti makan siang terlebih dahulu. Kami pun keluar dari kompleks Ground Zero ini dan berjalan menuju salah satu tempat makan yang kami kenal. Tentunya tempat makan yang kami cari berlokasi di jalan yang kami lewati saat kami menuju bus stop, agar kami gak tersesat. Tersesat? Ya ... Kan kami baru pertama kali kesini ... Jadinya musti mencermati dimana kami tadi turun dari bus agar nanti bisa kembali ke situ dan naik bus lagi .... Yang jelas, aku dan papa lumayan tenang ... Selain ada GPS, mama biasanya juga lumayan cepet menghapal jalan hehehe... Jadinya, kami gak khawatir tersesat selama ada mama ....

NEW YORK: GROUND ZERO (VIDEO)


video
Inilah video kami saat berada di Ground Zero New York City ... Video ini diambil di tengah hujan yang lumayan lebat, di hari Senin tanggal 21 Mei 2012 ... Ground Zero adalah lokasi runtuhnya menara kembar WTC akibat serangan teroris tanggal 9 Sepetember 2001 ... Sebuah lokasi yang menjadi saksi terjadinya tragedi kemanusiaan dimana tindak kekerasan mengakibatkan ribuan nyawa tidak berdosa menjadi korban ...

NEW YORK: GROUND ZERO

Piknik di hari kedua di NYC kami mulai di hari Senin pagi, tanggal 21 Mei 2012. Saat kami bangun jam 7 pagi, kami merasa lumayan segar. Maklum, semalam kami merasa lumayan lelah setelah hampir seharian kami jalan-jalan keliling NYC. Sehari sebelumnya kami baru sempat mampir di beberapa destinasi wisata. Karenanya, kami merencanakan untuk mengunjungi beberapa lokasi piknik dengan menyesuaikan waktu yang ada. Sebenarnya kami merencanakan berangkat dari hotel jam 6 pagi. Tetapi hal tersebut tidak memungkinkan. Kami butuh istirahat cukup untuk memulihkan energi agar hari ini kami bisa mengunjungi beberapa lokasi yang sudah kami rencanakan. Kami awali hari Senin pagi ini dengan mandi dan sarapan. Hampir sama seperti kemarin, aku memilih wafel dan jus sebagai menu sarapanku. Papa memilih toast dan kopi. Sementara mama memilih telor rebus dan toast. Sarapan kami lakukan di lobby hotel dan sudah pasti berbarengan dengan sesama guest yang juga tengah menikmati breakfast mereka. kami sarapan kira-kira jam 8 pagi. Yang membuat sarapan kami semakin nikmat adalah karena turunnya hujan. Ha? Hujan turun? ya ... Acara piknik kami hari ini nampaknya akan ditemani hujan. Saat kami bangun tidur tadi, hujan belum turun. Hanya saja, saat kami sarapan, hujan yang tadinya berupa gerimis berubah menjadi hujan lebat. Kami sudah pasti harus mempersiapkan payung di dalam tas kami kalau kami gak mau kehujanan. Kami juga tahu, penginapan tempat kami tinggal ada di New Jersey ... Kami berharap, New York gak akan hujan ... Tetapi, saat kami melihat ramalan cuaca di TV dan mencari info dari internet, kami tahu hujan akan turun seharian ... Ah ... Hari kedua kami di New York akan kami nikmati dengan datangnya hujan hehehe ... Kami bertekad, hujan gak boleh menghalangi niat kami mengeksplorasi kota New York hehehe ... Makanya, saat kami kemudian menyelesaikan sarapan dan menunggu shuttle bus yang akan membawa kami ke New York, kami membuka payung dan berdiri di drpan penginapan sambil melihat kendaraan yang melaju tidak terlalu lancar ... Dan saat kami naik shuttle bus dan kami merasa kendaraan ini mulai melaju, kami tahu kami gak akan cepat sampai di New York karena hujan juga menyebabkan laju kendaraan menjadi lambat ... Kalau di hari sebelumnya kami sampai di New York hanya sekitar 20 menit, hari ini waktu tempuh dari penginapan ke New York menjadi hampir 45 menit hehehe .... Gak pa pa kata mama ... Yang penting sampai NY ... Saat kami turun dari shuttle bus, hujan lumayan mereda. Segera saja kami mencari bus wisata yang akan membawa kami ke sebuah lokasi yang memang kami rencanakan untuk dikunjungi hari ini. Lokasi tersebut adalah Ground Zero. Lokasi apakah itu? Lokasi tempat menara kembar WTC runtuh akibat serangan teroris 9 September 2001 lalu. Kami memang merencanakan kesitu dengan pertimbangan inilah salah satu ikon kota NY yang direkomendasikan untuk dikunjungi. Saat bus yang akan kami naiki tiba, kami segera saja mencari kursi kosong. Kali ini kami tidak memilih naik ke bagian atas bus ... Kami memilih duduk di belakang sopir atau di bagian bawah. Kenapa begitu? Karena gerimis masih urun. Terus terang saja, kami gak bawa baju ganti ... Karenanya kami memilih cara aman dengan tidak menaiki lantai dua yang tanpa atap. Kami beruntung karena masih ada 3 kursi kosong di bus ini yang bisa kami duduki. Beberapa wisawatawan nampak sudah mengisi beberapa kursi kosong yang tersedia di bagian bawah bus ini. Untuk wisatawan yang menginginkan duduk di bagian atas bus sudah pasti tetap dipersilahkan ... Opratr tour memberikan jas hujan dari plastik untuk mereka. Kami juga sudah pasti mendapatkan jas hujan juga. Gak cuma satu, petugas memberi kami beberapa buah jas hujan. Segera kami memakai jas hujan pemberian tersebut. Ada yang jas hujan yang berwarna kuning, ada juga yang berwarna biru dan ada jas hujan transparan alias bening. O ya ... Dimana kami naik bus pariwisata ini? Kami kan turun di 42nd Street ... Na ... dari situ mama mengajak kami berjalan menuju bus stop yang berjarak 1 atau 2 blok dari 2nd Street ... Kok mama bisa tahu? Kan tinggal baca route bus pariwisata ini? Hanya saja, mama memang cepet menghapal jalan, jadinya kami musti kemana tinggal ngikutin mama saja hehehe ... Papa sampai agak ragu pada awalnya, takut salah jalan ... Mama dengan tenang ngajakin aku dan papa ikutan mama ... Ternyata mama benar ... Kami tinggal masuk ke dalam bus yang akan menuju arah downtown ... Ya ... Jangan sampai juga kami salah masuk ke bus yang menuju arah uptown, karena kami pasti gak akan nyampe di Ground Zero. Kenapa begitu? Karena arah downtown dan uptown berlawanan. Makanya, penting banget bagi kami untuk membaca rute dan melihat dumana bus stop tempat kita naik bus. Di dalam bus tersebut, kami juga didampingi seorang tour leader. Darinya kami mendengar banyak cerita mengenai berbagai gedung maupun lokasi yang kami lewati. Kami juga mencermati bus stop ke berapa kami musti turun. Kami dengarkan saja informasi dari tour leader tersebut sampai kami kemudian turun di bus stop yang arahnya ke Ground Zero. Tour leader memberitahu bahwa kami masih harus berjalan beberapa blok sebelum sampai ke lokasi. Saat kami turun, kami berusaha mencari petunjuk adanya Ground Zero. Sayangnya kami gak menemukan petunjuk tersebut. Lalu, apa yang harus kami lakukan? Sudah pasti kami harus bertanya hehehe ... Kami pun masuk ke Staples, sebuah toko stationary (mirip Gramedia), dan bertanya kepada salah satu staf dimana kami bisa buka internet dan mencetak doukumen. Mereka mengatakan kami bisa melakukannya di lantai satu toko ini. Sebentar dulu ... Kenapa kami perlu mencetak dokumen? Karena kami perlu membawa tiket masuk ke Ground Zero. Maksudnya? Jadi begini ceritanya ... Sebelum kami berangkat ke NY, tante Uki teman mama menyarankan kami berkunjung ke Ground Zero. Tante Uki sudah memesan tiket dan kami tinggal mencetak. Sebelum kami memulai perjalanan, mama yang kebagian tugas untuk menyiapkan semua dokumen. Termasuk di dalamnya mencetak tiket masuk Ground Zero. Tiket ini sudah siap dipakai dan ada di dalam folder itinerary ... Sayangnya, pagi ini tiket ini gak kebawa. Jadinya kami musti mencetak lagi hahaha ... Sambil mencetak dokumen inilah kami kemudian menanyakan lokasi Ground Zero. Staf yang kami tanya memberikan petunjuk kemana kami musti menuju. Kira-kira dua blok jauhnya dari Staple inilah jarak ke Ground Zero. Kami kemudian mengikuti rute yang disebut staf Staple. Baru sebentar kami melangkah, nampak visitor center yang lumayan ramai dikunjungi. Kami masuk ke dalamnya ... Rupanya, di tempat inilah pengunjung perlu mengambil tiket untuk bisa masuk lokasi Ground Zero. Tiekt tidak dikenai biaya, hanya saja donasi bagi yang mau alias sukarela. Dah pasti kami juga mengisi donasi ini ... Karena kami sudah membawa tiket, mereka mempersilahkan kami melihat-lihat saja isi visitor center. Ada banyak foto yang dipajang dan beberapa benda milik koleksi yang diambil dari lokasi kejadian. Setelah merasa cukup melihat-lihat, kami pun segera melanjutkan perjalanan. Kami lihat beberapa sign berbunyi GROUND ZERO mulai kelihatan. Kami ikuti saja tanda panah yang mengarah ke Ground Zero ini. Bersama kami, nampak rombongan pengunjung yang juga menuju ke lokasi ini. Hujan mulai turun dengan deras kembali. Kami tetap melanjutkan perjalanan. Lokasi Ground Zero berada di tengah kota New York. Di sepanjang jalan yang kami lalui, aneka gedung menjulang tinggi. Gedung yang berfungsi sebagai perkantoran, tempat tinggal, restoran, toko dan aneka fungsi lainnya. Ya ... Ground Zero yang awalnya adalah gedung WTC kini hanya tinggal kenangan. Nampak di depan kami pagar kawat yang biasanya dipasang di areal pembangunan bangunan baru. Nampak berbagai alat berat ada di disitu juga. Kami berjalan di sepanjang pagar kawat ini. Kami penasaran, apakah pagar kawat ini merupakan bagian dari Ground Zero yang akan kami kunjungi. Nampak antrean semakin memadat. Kami tahu, ternyata kami sudah hampir sampai di lokasi. Sebuah tempat mengantri yang dipergunakan untuk masuk ke lokasi nampak di depan kami. Disitu dipasang garis pembatas yang dijaga beberapa petugas. Kami dilarang ambil gambar. Kenapa? Mungkin agar tidak mengganggu antrian. Memang saat kami mengantri bersama pengunjung lain hari ini tidak nampak antrian panjang. Maklum hujan turun dengan lumayan deras. Namun, saat kami mengeluarkan kamera, petugas tidak memperbolehkan. Kami pun kemudian jalan terus untuk bisa masuk ke lokasi. O ya ... Sudah pasti kami harus menunjukkan tiket masuk. Tiket kami seharusnya untuk masuk lokasi di jam 12. Kami sampai lokasi kira-kira jam 11.30. Kami tetap diperkenankan masuk. Pengunjung yang tidak membawa tiket, tidak bisa masuk. Mereka diminta kembali ke visitor center untuk mendapat tiket masuk. Barangkali kalau nggak hujan antrian bisa panjang ... Maklum, tempat ini kan menjadi terkenal banget setelah serangan teroris tahun 2001. Gak heran kalo banyak pengunjung ingin melihat. Kami kemudian masuk ke sebuah ruangan pemeriksaan. Persis seperti mau masuk pesawat atau turun dari pesawat, semua barang diperiksa. Tas juga sudah pasti diperiksa. Barang bawaaan masuk ke metal detector. Setelah semua OK, kami berjalan keluar ruangan dan kembali menyusuri pagar kawat tersebut. Nampaknya lokasi Ground Zero semakin dekat. Kami lihat banyak juga petugas kepolisian berjaga di sepanjang jalan yang kami lewati. Saat kami kemudian sampai di lokasi, yang kami lihat adalah lahan yang luas sekali dengan sebuah lotak besar yang berada di tengah-tengahnya. Kotak berbentuk persegi empat ini tingginya hampir seleherku. Di bagian atas bangunan beton berbentuk kotak tertulis nama-nama korban yang meninggal. bangunan beton berbentuk persegi empat ini nampaknya merupakan prasasti untuk mengenang para korban. Dan juga lokasi bangunan beton berbentuk segi empat dengan lubang di dalamnya nampaknya merupakan lokasi awal gedung WTC yang pada saat runtuh sesungguhnya merupakan gedung tertinggi se-NYC. Kami lihat sisa-sisa reruntuhan yang berupa lubang besar (mungkin pondasi gedung) yang berlokasi di tengah belantara hutan beton kota NY. Ngeri sekali membayangkan gedung tinggi ini runtuh. Kata mama, saat nonton peristiwa ini terjadi di TV gak terbayangkan rasanya. Di sekitar prasasti besar ini ada taman yang tertata rapi dengan rumput hijau di sekitarnya. Terlihat juga dari tempat kami berdiri pekerjaan yang tengah berlangsung dengan aneka alat berat di sekitarnya. Nampaknya pembangunan prasasti kedua sedang berlangsung. Nampaknya juga, di lokasi prasasti kedua inilah gedung WTC yang satu lagi pernah berdiri. Ya ... WTC yang runtuh berupa 2 gedung kembar atau 2 menara kembar yang berdiri di lokasi ini. Saat kami memandang sekeliling kami, perasaan pun menjadi campur aduk ... Takjub alias gak percaya karena bisa melihat langsung lokasi runtuhnya menara kembar WTC akibat serangan teroris 11 tahun yang lalu ... Terharu dan sedih saat membaca nama korban meninggal akibat peristiwa tersebut ... Hormat dan salut kepada sukarelawan yang terpanggil untuk membantu para korban, khususnya anggota tim pemadam kebakaran yang bahkan sampai kehilangan nyawa mereka ... Prihatin akan akibat yang timbul atas peristiwa penyerangan WTC di kota NY ini dan masih banyak perasaaan lainnya ... Hujan yang turun seolah membuat hati menjadi kelabu dan menjadi pelengkap kunjungan kami di Ground Zero ini ... Kata mama, semua bentuk tindak kekerasan hanya akan berakibat pada kepedihan dan kesedihan ... Tindak kekerasan yang terjadi di menara kembar WTC meninggalkan cerita yang sangat menyedihkan bagi siapa saja ... Bukan hanya bagi korban dan keluarganya melainkan bagi semua umat manusia ... Tindak kekerasan yang berujung pada tragedi kemanusiaan ... Semoga saja, tindak kekerasan dimana pun bisa berkurang apabila tidak mungkin dihilangkan ... Terlalu banyak taruhannya apabila tindak kekerasan terus dipaksakan ... Hilangnya rasa aman, harapan dan masa depan hanyalah sebagian kecil cerita yang akan terjadi akibat tindak kekerasan ... Kurasa, kunjungan kali ini membawa dampak yang berbeda dari kunjunganku ke berbagai tempat di berbagai state ... Di sini, di Ground Zero, aku melihat tragedi kemanusiaan yang nyata terjadi ... Di sini pula, di Ground Zero, aku juga melihat para pahlawan yang dengan gagah berani menyelamatkan banyak nyawa manusia ... Bukan karena mereka berperang di medan pertempuran, melainkan karena mereka berani untuk mempertaruhkan nyawa mereka demi kemanusiaaan ... Di Ground Zero, aku menaruh hormat dan penghargaan setinggi-tingginya untuk semua saja yang tetap berani meneruskan hidup sekalipun mengalami peristiwa menyedihkan (bahkan traumatik) yang mungkin gak akan pernah bisa mereka lupakan seumur hidup ...

NEW YORK: TOKO SOUVENIR PLUS ACARA BELANJA

Sudah pasti yang ini gak boleh dilewatkan ... Apaan tuh? Apalagi kalau bukan mengunjungi toko souvenir dan belanja (pastinya) ... Saat sedang mengunjungi kota NY, ada banyak hal menarik yang bisa kami lihat ... Selain wisata gedung tinggi dan wisata kota (alias mengelilingi berbagai jalan di NYC), keluar masuk toko juga jadi salah satu acara piknik yang menyenangkan ... Sudah pasti kita gak harus beli sesuatu-lah, kalau memang gak butuh ... Namun demikian, kami tetap menyempatkan keluar masuk beberapa toko mumpung kami sedang jalan-jalan di kota megapolitan ini. Sudah jelas ada banyak sekali toko yang memanggil-manggil siapa saja yang lewat di depan toko tersebut untuk datang dan melihat-lihat apa yang mereka tawarkan dan sukur-sukur kalau ada yang mau membeli produk mereka ... Emangnya ada toko apa aja sih? Apa saja ada ... Toko mainan anak jelas banyak ... Toko pakaian untuk pria, wanita, remaja, anak dan bayi juga banyak ... Toko tas, sepatu, make-up dan aneka asesories juga banyak ... Toko elektronik gak sulit ditemui ... Toko perlengkapan dapur juga ada ... Groceries store bertebaran dimana saja ... Toko perhiasan, toko jam, toko aneka kebutuhan yang bersifat gak pokok-pun juga ada ... Pendeknya, mau cari apa saja di NY ini ada ... Mau cari yang harganya murah sampai yang mahalnya minta ampun juga ada ... Karenanya, ada banyak alasan bagi kami untuk keluar masuk toko hehehe ... Na ... Saat yang mengasyikkan bagi kami adalah saat melihat-lihat isi toko ini hehehe ... Boleh saja kan masuk keluar toko hanya untuk melihat-lihat pajangan yang nampak menarik dari luar? Kalau ditanya, siapakah yang paling happy saat kami keluar masuk toko jawabannya sudah jelas ... Siapa gerangan? Siapa lagi kalau bukan mama hehehe ... Ya ... Mama memang paling seneng keluar masuk toko khususnya toko souvenir ... Kata mama, mama hanya pingin tahu ada apa saja yang ditawarkan toko tersebut ... Aslinya, souvenir yang ditawarkan oleh setiap toko gak jauh berbeda ... Gak cuma di NY sini, melainkan di hampir semua toko souvenir di berbagai state ... Selalu saja ada t-shirt dengan logo khas destinasi wisata atau ikon state tertentu ... Ada topi, ada magnet kulkas, ada replika, ada boneka, ada gantungan kunci, ada alat tulis, ada kartu pos, ada poster, ada mug, ada gelas mini (sloki), ada pemantik api, ada botol air minum, ada dompet, ada tas, ada scarf dan ada aneka ragam model souvenir yang unik, cantik dan menarik hati ... Tujuan mama sebenarnya selalu sama ... Apakah itu? T-shirt dan magnet kulkas ... Kenapa selalu itu? Karena t-shirt bisa dipakai, sementara magnet kulkas bisa ditempel dan bisa dijadikan koleksi hehehe ... O ya ... Mama biasanya gak beli souvenir tadi di satu tempat ... Maklum, mama selalu berusaha cari harga termurah hahaha ... Contohnya t-shirt ... Di salah satu toko souvenir, mama hanya membeli t-shirt sebanyak 2 buah karena harganya 5 dolar per lembarnya. Mama masih berharap bisa nemu t-shirt dengan harga 10 dolar untuk 3 lembar di toko lain. Mama dengan telaten masuk ke beberapa toko. Sampai akhirnya, ada sebuha toko yang menjual 7 lembar t-shir seharga 11 dolar!!! Mama tadinya gak percaya. Dikiranya t-shirt dengan harga itu berukuran anak-anak ... Ternyata bukan begitu ... Harga 11 dolar itu untuk t-shirt ukuran apa saja ... Ya sudah ... Akhirnya mama dengan happy memilih 7 lembar t-shirt beraneka ukuran untuk kami bertiga ... Senengnya hati mama karena mendapat t-shirt harga murah hahaha ... Bagaimana dengan magnet kulkas? Sesuai dengan ukurannya alias semakin besar magnet-nya semakin mahal harganya ... Mama memilih magnet yang kecil saja pastinya ... Yang jelas, saat ditempel di kulkas magnet khas sebuah state atau destinasi wisata ini dah kelihatan hehehe ... Sebenarnya, ada banyak pedagang kaki lima yang juga menjual aneka souvenir, utamanya t-shirt, di sepanjang jalan besar di trotoar ... Mereka memasang harga dengan kertas, persis seperti yang sering kita lihat di tanah air ... Kami gak tahu apakah kami bisa menawar atau tidak apabila kami menginginkan aneka barang tersebut ... Ya ... Rasanya apa yang kita lihat di NYC juga biasa kita lihat di tanah air ... Nyaris gak ada bedanya ... Dimana banyak orang berkumpul dan berbelanja, disitu ada banyak orang mencari rejeki dengan caranya masing-masing ... Yang punya modal besar, bisa buka toko (entah besar entah kecil) ... Sedangkan bagi yang juga ingin cari rejeki dengan berjualan tetapi modalnya pas-pasan, mereka memilih menggelar dagangannya di trotoar ... Para pembeli pun akhirnya memiliki banyak pilihan ... Kata mama, inilah wajah kota besar yang sebenarnya ...

NEW YORK: MAKAN AREM-AREM DI BUS

Saat kami naik bus tingkat sebelum memulai perjalanan melihat-lihat downtown kota NY, kami sempatkan untuk mengisi perut kami dengan aneka bekal makanan yang kami bawa dan masih bisa kami santap. Sebelumnya kami sudah mengisi perut di Times Square ... Na ... Kali ini kami menikmati acara santap malam kami di bus hehehe ... Maklum, jam sudah lebih dari angka 4, jadinya bisa kita anggap sebagai saat untuk makan malam. Masih dengan bekal makanan yang sebagian kami dapat dari tante Uki, utamanya arem-arem, kami nikmati acara makan malam di hip hop bus yang akan membawa kami keliling kota NY. Lagi-lagi, kami mendapat privilege yang luar biasa dengan menyantap makanan khas tanah air di atas bus - tepatnya saat kami berada di salah satu kota megapolitan di negara ini. Hmmm ... Sungguh sebuah kesempatan yang langka dan patut untuk diabadikan hehehe ... Dengan 2 buah arem-arem yang masih bisa kami nikmati, kami nikmati suasana dan cuaca kota NY sore ini ... Angin lumayan sepoi-sepoi bertiup dan kami gak merasa kepanasan karena bus berhenti di dekat pepohonan dan ada banyak gedung besar yang menghalangi teriknya sinar matahari secara langsung ke badan kami ... Sungguh nikmat rasa arem-arem yang kami santap kali ini ... Ya ... Sudah pasti arem-arem ini menjadi istimewa karena sudah hampir 2 tahun kami gak nemu arem-arem disini ... Arem-arem berbahan nasi dengan tempe dan daging di dalamnya serta sedikit rasa pedas yang menyertainya sungguh membuat kami gembira ... 2 bungkus arem-arem rasanya masih kurang bagi kami hahaha ... Bukan karena size-nya yang kurang, melainkan karena kami sangat merindukan makanan ini ... Terbayang saat kami di rumah dengan mudah kami menjumpai makanan favorit ini ... Di pasar, di kantin, dalam acara arisan, rapat dan seterusnya, arem-arem dengan mudah bisa kita dapatkan ... Disini, bisa saja kita membuat arem-arem sendiri ... Yang jelas, harus ada kemauan hehehe ... Na ... Yang itu yang kami belum punya ... Kemauan untuk membuat arem-arem sendiri hehehe ... Kalaupun akhirnya kita bisa menemukan arem-arem dan menikmatinya saat ini, kami anggap arem-arem ini sudah bisa mengobati rasa kangen kami akan makanan sejenis hehehe ... Ya ... Dalam acara jalan-jalan kali ini, rasanya lengkap atau sempurna sudah suasana yang bisa kami abadikan ... Menikmati arem-arem di atas bus di tengah kota magapolitan NY hehehe .... Gimana rasanya? Sudah pasti nikmat tiada tara hahaha ...

NEW YORK: SIGHTSEEING DOWNTOWN

Inilah perjalanan jilid dua dengan menaiki bus pariwisata hehehe ... Masih di hari Minggu tanggal 20 Mei 2012, di jam 5 sore, kami bertiga melanjutkan acara wisata gedung tinggi dan menyusuri jalan-jalan atau rute di NYC alias New York City. Rute kedua bus pariwisata yang kami pilih adalah dengan arah downtown. Kok kami memutuskan naik bus lagi? Kan kami gak gitu kenal kota New York ... Jadinya, salah satu cara untuk sedikit kenal adalah dengan berputar-putar naik bus hehehe ... Setelah sebelumnya kami memilih rute uptown, kali ini rute yang kami pilih adalah downtown NY. Kami sempat membaca rute downtown yang tertera di flyer yang kami terima. Ini dia rute yang akan kami lalui sore ini: The three most visited sites in New York City are all located in the area referred to in local terms as “downtown”. That world famous trio includes the Statue of Liberty, the Empire State Building, and the site of the World Trade Center – “Ground Zero” where the city and the nation’s heart was broken on September 11, 2001. Your City Sights hop-on/hop-off double decker tour bus has stops offering convenient access to these must see locations and attractions. Narrated by licensed New York City tour guides passengers will hear about the neighborhoods, sites and attractions made famous in song, story, film and television. Hop off and explore the legendary artists and writers’ quarter, Greenwich Village or have authentic Italian or Chinese cuisine in Little Italy or Chinatown or see the neighborhood that was the first home to wave after wave of immigrants making this diverse city truly the World’s Capitol. View the most famous neighborhoods, attractions and places of interest: Times Square, Madison Square Garden, Macy's, Empire State Building, SoHo, Chinatown, Little Italy, Site of the World Trade Center, Wall Street, Financial District, Battery Park South Street Seaport, Lower East Side, United Nations, Rockefeller Center, Carnegie Hall, Broadway Theatre District and much more. Saat kami mengantri untuk naik bus tingkat ini, ada lumayan banyak wisatawan yang juga akan ikutan tour dengan rute downtown kali ini. Namun, masih ada beberapa bangku kosong yang tersisa saat bus ini mulai berangkat. Artinya, jumlah wisatawan yang naik bus tidaklah sebanyak jumlah kursi yang tersedia. Sama seperti bus sebelumnya, bus ini juga melaju dengan pelan. Bus berhenti dengan tertib di setiap perempatan jalan (saat lampunya merah tentunya hehehe ...) dan ini memberi kesempatan pada kami untuk ambil gambar. Tour leader dengan antusias menerangkan apa saja yang kami lewati. Kami pun dengan antusias mendengarkan penjelasan tour leader tersebut. Kami juga memasang headset saat tour leader tidak memberikan penjelasan. Dari headset kami dengar banyak informasi mengenai berbagai gedung dan area yang kami lalui. O ya ... NYC memang dikenal dengan banyaknya ikon kota tersebut yang mendunia (ini kata flyer dan tour leader-nya lho hehehe) ... Dalam tour ke downtown kali ini, kami membaca dalam flyer bahwa 3 ikon NYC adalah EMPIRE STATE BUILDING, WTC BUILDING DAN STATUE OF LIBERTY. Empire State Building dulunya adalah gedung tertinggi sebelum akhirnya gedung WTC dibangun. Dengan adanya antena di puncak gedung, jelas Empire State Building mudah dikenali. Gedung WTC sendiri kemudian runtuh karena serangan teroris di tanggal 11 Sepetember 2001. Maka, Empire State Building kembali menjadi gedung tertinggi di NCY tetapi bukan lagi yang tertinggi di dunia. Adapun Statue of Liberty ada di sebuah pulau yang namanya Ellis Island. Untuk bisa kesana, butuh menyeberang dengan kapal. Sudah pasti kami ingin berkunjung kesana tetapi bukan hari ini. Bus yang kami naiki juga melewati blok dimana Empire State Building berdiri. Untuk WTC building, jelas gak kelihatan karena sudah rubuh. Tetapi, rute bus ini juga melalui blok yang dekat dengan gedung WTC ini. Untuk Ellis Island sendiri, kami gak bisa melihat dengan jelas dari tempat kami duduk di atas bus. Samar-samar patung Liberty kelihatan nun jauh disana. Namun gak begitu jelas. Perjalanan dengan bus sore ini sudah pasti menyenangkan. Udara lumayan bersahabat dengan cahaya matahari yang lumayan membuat badan menjadi hangat. Maklum, dengan memilih duduk di bagian atas bus kami musti siap dengan angin yang lumayan kenceng hehehe ... Dengan adanya sinar matahari, badan gak terasa dingin-dingin banget. Saat kendaraan melalui pinggir kota NY yang berupa danau (atau laut) angin mulai terasa dingin di badan. Barangkali karena angin dari laut lumayan memberi kontribusi pada dinginnya udara. Dari tempat kami duduk, kami melihat adanya pelabuhan tempat kapal yang akan menuju Pulau Ellis dan pulau-pulau kecil lainnya bersandar. Lalu juga kami lihat ada jembatan yang membentang di atas rute jalan yang kami lalui. Gak cuma satu ... Melainkan ada beberapa jembatan panjang dan besar ... Yang jelas, jembatan ini gak tersambung dengan pulau Ellis. Jembatan ini menghubungkan satu sisi NYC dengan sisi kota lainnya. Saat kami berada di tepi danau (laut) ini, kami melewati kompleks Wall Street. Ya ... Financial distrik di Wall Street ini sangatlah terkenal. Rasa-rasanya sering banget nama distrik ini disebut entah di media massa maupun media elektronik. Maklum, banyak keputusan keuangan penting diambil disitu. Barangkali juga barometer keuangan negara ini bermuara/diukur salah satunya dari kompleks yang saat ini sedang kami lewati. Kenapa dinamakan Wall Street? Karena dulunya kompleks ini memang berupa dinding yang ada di sepanjang blok atau jalan. Makanya, nama Wall Street diambil dari situasi yang sebenarnya. Dinding ini mungkin dipakai sebagai pembatas antara daratan dan lautan (karena area ini memang sangat dekat dengan lautan/danau). Adapun di dekat Wall Street ada jalan yang namanya Water Street. Di jalan inilah berdiri berbagai gedung dan salah satunya adalah pelabuhan yang tadi kami lewati. Kenapa namanya Water Street? Karena dulunya daerah ini memang merupakan bagian dari perairan. Barangkali pemerintah kota NY kemudian melakukan reklamasi sehingga daratan NYC bertambah luas dan bangunan pun didirikan di atasnya. Wa ... Sebuah cerita yang menakjubkan yang kami dengar dari pemandu wisata. O ya ... Kata New York sendiri sebenarnya diambil dari sebuah nama kota di Inggris yang memiliki nama sama yaitu York. Menurut Wikipedia, sejarah pemberian nama kota New York adalah sbb: New York traces its roots to its 1624 founding as a trading post by colonists of the Dutch Republic, and was named New Amsterdam in 1626. The city and its surroundings came under English control in 1664 and were renamed New York after King Charles II of England granted the lands to his brother, the Duke of York. Jadi, kalo mendengar nama York, asosiasi kita bisa saja berkaitan dengan kota York di Inggris. Hanya saja, kota NY lahir setelah kota York di Inggris ada, makanya untuk membedakan namanya diberilah kata New di depan kata York. Menarik bukan? Ya ... Berjalan-jalan di kota NY memang sekaligus belajar sejarah kota ini. Karena dari mendengar penjelasan tour leadernya ditambah membaca buku (kalau mau) akan ada banyak informasi baru yang kita peroleh. Hanya saja, minat belajar sejarah ini memang harus ditumbuhkan. Karena, dengan minat yang tumbuh untuk belajar sejarah dengan sendirinya, sudah pasti kita mau berusaha untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Jadi teringat pelajaran sejarah di tanah air ... Sepertinya sejarah kurang dianggap penting. Banyak dari kita yang tidak mengenal dengan baik sejarah negara kita sendiri. Yang kita tahu negara kita pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang. Sesudahnya negara kita merdeka. Namun, sejarah mengenai berbagai kota di tanah air (atau bahkan kota tempat kita tinggal) tidak banyak kita ketahui. Ya ... Dengan mengerti sejarah, sebenarnya kita akan lebih bisa menghargai segala sesuatu. Sebagaimana yang selama ini kami lihat sendiri di sini, di saat kita bicara mengenai sejarah danau, kota, taman dan seterusnya, semua nampak antusias untuk ikut melestarikan dan menjaga. Aneka papan informasi yang dipasang di banyak tempat publik membantu siapa saja yang mau tahu sejarah tempat tersebut. Makanya, kebanggaan mereka akan sejarah negara mereka juga tinggi. Ah ... Kok aku jadi ngelantur ngomongin sejarah ya hehehhe ... Aslinya, saat kami jalan-jalan di kota besar ini, kami gak bisa lepas dari mendengar dan belajar tentang sejarah berdirinya kota ini sampai saat ini. Ya ... Sejarah masih akan terus ada dan berjalan sepanjang manusia masih ada dan masih meninggalkan jejaknya ... Aduh ... Aku beneran jadi serius banget hehehe ... Jadilah perjalanan ke downtown kota NY ini memberikan banyak pengalaman baru bagiku. Saat kami kemudian sampai di bus stop terakhir, kami kemudian turun dan bersiap melanjutkan perjalanan berikutnya. Apakah kami akan ikutan night tour? Nggak-lah ... Karena jam untuk ikutan tour dah gak keburu. Jam sudah menunjuk angka 6.30 dan night tour akan selesai sebentar lagi. Akhirnya kami putuskan untuk mengakhiri hari ini dengan jalan-jalan dan berpose di berbagai tempat. Saat kami selesai jalan-jalan, jam sudah menunjuk angka 8.30. Rasanya hari sudah mulai gelap, padahal matahari sebenarnya belum tenggelam. Hanya karena tertutup gedung tinggilah, makanya hari terasa gelap. Kami segera menuju Port Authority alias halte bus yang berada di jalan ke 42. Sekalipun kendaraan (shuttle bus) yang akan membawa kami masih akan beroperasi sampai jam 12 malam, kami gak mau kemalaman karena bus stop menuju tempat kami menginap belum kami hapal. Karenanya, kami segera saja menyudahi acara jalan-jalan hari ini dan berencana untuk melanjutkannya kembali besok pagi ...